Arsip untuk Juli, 2011

Warung Perak pindah rumah

Posted: Juli 21, 2011 in Two wheels

Dengan ini saya memberitahukan bahwa Warung Perak pindah rumah ke blogspot dengan alamat barunya http://kilatperak.blogspot.com

Tidak ada alasan khusus mengapa pindah, hanya saja WP mengharuskan akun berbayar untuk pengembangan lebih lanjut sehingga saya memutuskan untuk pindah ke blogspot yang masih memberikan keleluasaan lebih dan ditambah dengan integrasi ke layanan Google yang berkembang pesat.

Semoga pelanggan warung dapat maklum. Untuk sementara warung perak edisi wordpress amasih akan beroperasi secara pararel namun artikel baru akan dirilis di rumah baru http://kilatperak.blogspot.com , dan untuk artikel baru semuanya akan dirilis disana. Cekidot 😀

Selamat membaca. Kritik dan Saran sangat diharapkan, bro n jangan lupa tinggalkan komen yah 😀

Yeah, mumpung masih pagi, bahas lagi si antiklimaks CBR 150 R yang dianggap over-price nih bro. Banyak bikers mapan yang ingin meminang CBR 150 R versi AHM bertanya-tanya apakah benar versi AHM adalah versi spek down. Kok powernya melorot sampai 17,5ps yang tadinya 19,5ps. Sabar bro, begini ceritanya “ngutip dulu” :

“Pertama adalah ditanggalkannya canister evaporator. Perangkat ini memiliki fungsi menangkap uap bensin dari tanki yang mungkin bocor ke udara luar. Berikutnya adalah terkait dengan bahan bakarnya. “Kualitas bahan bakar yang berbeda dengan Thailand membuat kita harus melakukan setting ulang injeksi bahan bakar,” ungkap Mitsuo Tamamura, Chief Engineer Honda R&D Southeast Asia Co., Ltd. “Yang penting pakai bahan bakar unleaded atau bebas timbal. Di Indonesia pakai oktan 88 (premium) masih bisa, tapi untuk performa yang lebih maksimal kami rekomendasikan tetap oktan 92 (pertamax),” tambah Sarwono Edhi, Technical Service Training Manager, PT Astra Honda Motor (AHM).
Perbedaan lainnya hanya perubahan kecil. Misalnya penambahan dudukan plat nomor di bagian depan. Pasalnya, di Thailand, sepeda motor tidak wajib pakai plat nomor depan. Terang sorot lampu depan juga berbeda.
“Di Thailand ada regulasi lampu. Di sana lampu yang dipakai hanya 35 watt. Kalau di Indonesia kurang terang, makanya yang di sini pakai 55 watt sampai 60 watt,” jelas Mitsuo Tamamura yang suka tampil nyentrik ini.”

Nah, kalau masbro jeli, sebelum ada konfirmasi resmi dari pihak AHM pun, dari artikel tersebut juga udah ketauan bakal kayak gimana jawabannya. Kita liat disini satu-satunya spek down adalah dibuangnya canister evaporator (hal yang sama terjadi pada CBR 250 R), sebetulnya hal ini sama sekali tidak mempengaruhi performa mesin, bahkan disinyalir bisa menambah nafas mesin walaupun tidak signifikan. Hal yang serupa ketika Secondary Air Supply System disumbat. Dan melihat yang lain, sepertinya malah merupakan minor upgrade.

bukan spek-down, hanya penyesuaian

Muosoookkkkk ??

Lha lantas bagaimana dengan daya mesin yang drop ke 17,5ps. Sabar dulu, bro. Tenaga drop tersebut dikarenakan setting ulang ECU yang remapping dengan memundurkan timing pengapian (retard) guna mengantisipasi seandainya si cibie nantinya diisikan premium, maka akan tetap aman. Efek baiknya, mesin cibie AHM akan lebih fleksibel terhadap fluktuasi kualitas BBM, dan diharapkan akan lebih awet. Lain halnya dengan versi Thailand dimana bahan bakar minimum harus beroktan minimal 92, jika diisikan oktan 88 pasti akan mengalami detonasi (ngelitik) yang bikin mesin bisa langsung pensiun dini. Lha memang, efek tidak enaknya, tenaga mesin CBR 150 R yang di-design hi-compression & hi-performance jadi melorot. Ya ibaratnya kayak ade-rai suruh bisa makan nasi doank tiap hari. 

Namun bagi yang nggak suka power melorot, gue yakin bisa dikembaliin lagi ke asal dengan merubah mapping pada ECU  dengan mengganti ECU dengan yang versi Thai atau dengan menggunakan piggyback semisal Power Commander sudah langsung maknyuss. Sebab gue yakin spek mesinnya masih sama persis versi Thailand, bedanya ya cuman tadi itu, bisa minum bensin kere dengan kompensasi power standar berkurang. Mau dibalikin semula? bisaaa…

BTW, CS1 juga mengalami hal yang sama, mesinnya menggunakan mesin Sonic a.k.a CBR 125 yang diturunkan kompresinya dari 11,5 ke 10,7 dan dimundurkan pengapiannya sehingga bisa make premium, walaupun tetap dianjurkan make Pertamax… Tapi ya itu power berkurang dari standar mesin CS1 yang seharusnya bisa 13,5-14ps @10.000rpm melorot ke 12,8ps @10.000rpm demi si bensin kere. Hmm, kalau pengennya tetep kuencengg tapi minum bensinnya bensin kere (premium) yah jawabannya cuman Ninja Series (R/L/M/KRR). Tapi mosok gak malu juga Ninja motor mewah ngisinya Premium? Yah, kembali pada diri masing-masing laagh. CS1 gue aja yang cuman kelas bulu bebek dikasih minum Shell Super. 😛

Nah, bagaimana. Mudah-mudahan menjawab pertanyaan calon peminang CBR semua :D. Tapi klo saya masih alergi sama harganya, huakakakaka. *ngelus-elus si CS1

masih bisa nempelin FXR150 rondho & CBR 150 -nya AHM klo di jalan *menghibur diri 😀

Jadi bagaimana tanggapannya, bro? 😀

Well, masih hangat-hangatnya motor impian CBR 150 R yang dibanderol overprice. Sepertinya saya jadi mulai berpikir, jangan-jangan ini motor ini cuman decoy dari Honda saja untuk mengecoh kompetitor.

Setelah membaca blog-blog dari para sesepuh, CBR memang hanya diimpor sedikit, makanya harganya jadi mahal, lain dengan CBR 250 yang diimpor banyak sehingga harganya bisa murah. Apalagi dengan target yang cuma 2000/bulan, rasanya AHM memang tidak bermaksud untuk menjual serius produk ini, alias hanya sebagai pengecoh kompetitor saja. Namun demikian, semenjak berbenah, rasanya AHM tidak akan begitu saja menyerahkan potensi pasar yang ada pada kompetitor.

Lalu apa? Masih ada 3 spesies baru yang gelap nih bro.. Mari kita intip perkataan Yusuke Hori “Dua diantaranya benar2 model baru, dan Indonesia yang pertama kali meluncurkan, bentuknya benar2 sporty, dan saya terlibat langsung di dalamnya”.

Lihat kata kuncinya, “benar-benar sporty” Jelas, kemungkinan besar, salah satunya adalah motor sport. Ingat nasib Honda CS1 yang hidup segan, mati tak hendak. Jangan salah, mesin yang diusungnya adalah mesin balap 125cc yang berasal dari CBR 125 R. MEsin ini sudah ready dan diproduksi secara lokal. Honda bisa saja tinggal mengganti casingnya. Lalu, ingatkah anda tentang Tiger 225cc. Konfirmasi dari blog mas yudibatang terdengar bahwa si macan baru siap diluncurkan.

Jadi makin banyak kemungkinan 3 motor baru Honda itu, bisa Sonic, CBR 125, Tiger 225, New HSX 125, New Blade, hehehehe…. Tapi kok saya ragu ya CBR 125 bakal mengaspal disini, sepertinya wujudnya bakal lebih kearah Sonic..

Yah, kita tunggu aja tanggal mainnya, semoga dahaga konsumen akan motor sport terjangkau bisa dipuaskan AHM, soalnya Yamaha masih eman-eman ngeluncurin R-15.

Kata Yamaha, V-ixion aja seng ada lawan, buat apa ngeluncurin yang lain…. Tapi lama-lama saya bosan ngeliat V-ixion, bentuknya gitu-gitu aja, monoton, masih bagusan Byson… Tetapi diluar itu, V-ixion memang raja, teknologinya masih sulit ditandingi motor sekelas.

Bagi FBY, piss ah… 😀