Arsip untuk Mei, 2011

Sebagai salah satu pemain baru di kancah permotoran Indonesia, TVS boleh-boleh saja selama ini kelihatan kurang bergigi, namun akhir-akhir ini produsen berlambang kuda jingkrak ini mulai memberontak, tentunya dalam artian yang positif. Sempat diisukan bangkrut, ternyata tidak terbukti malahan bisa melampaui penjualan salah satu pabrikan Jepang dalam segmen motor bebek. Apa aja karakteristik keunggulan kompetitif dari TVS, yuk kita lihat, cekidot :

Siap infrastruktur dulu baru jualan

Agaknya TVS menganggap serius anggapan bahwa layanan purna jual adalah segalanya. Berkaca dari pemain baru yang sempat dating ke Indonesia dari China di masa yang lalu, kebanyakan hengkang karena layanan purna jual yang bermasalah. Melihat hal itu, TVS masuk ke Indonesia dengan langsung mendirikan pabrik terlebih dahulu yang terdiri dari perakitan mesin, perakitan sepedamotor, pengujian dan pengecatan  di atas lahan seluas 40 ha di Kawasan Industri Suryacipta City di Karawang Jawa Barat, dengan kapasitas produksi terpasang  300.000 unit sepeda motor.

Pabrik TVS Motor Indonesia di Karawang, Jawa Barat

Dengan cara ini, selain nantinya konsumen TVS jadi tidak perlu kuatir dengan layanan purna jual, dipastikan TVS juga akan unggul dari segi biaya produksi yang jadi lebih murah karena dirakit secara lokal, apalagi informasi resmi dari TVS menyatakan bahwa mereka telah berhasil mencapai kandungan lokal sebanyak 65% dan akan terus ditingkatkan.

Jago bikin motor dari nol

Kalau kita lihat produk-produk sepeda motor TVS yang dibrojolkan di Indonesia sepertinya cuman Apache saja yang masih murni turunan darah Indianya, sisanya customized sesuai keinginan masyarakat. Melalui customer centric study yang dilakukan TVS secara intensif, pola produk TVS sangat disesuaikan dengan keinginan pemotor Indonesia. Well, pantesan aja semuanya kebanyakan bebek, lha wong pemotor sini demennya bebek, nggak bisa disalahin juga kan? Bebek sih bebek tapi fiturnya out of the box semua, ada yang bisa kopling ganda, nyetel music, sama yang kecengnya amit-amit. Hmm, sedikit masukan nich buat TVS, kalau yang motor bisa nyanyi itu mungkin diberi aturan-aturan khusus bagi pembelinya karena sedikit banyak mendengarkan lagu di motor bisa mempengaruhi konsentrasi si rider, yang lainnya sih udah OK banggets. Oh iya, semuanya itu dibangun dari nol lho, mulai dari input konsumen, design, pemilihan mesin, testing, sampai finalisasi semuanya dilakukan di Indonesia. Makanya produk-produk bebek TVS yang disini nggak dijumpai di Negara asalnya, India. It’s specially made for Indonesia. Wow, special juga yah Indonesia, hehehe….

Jajaran produk motor TVS

Beberapa penghargaan juga udah berhasil disabet sama nih motor India, dikasiin sama Otomotif dan MotorPlus (Kompas Gramedia) kayak misalnya :

1)      TVS Neo X3i 110cc untuk kategori bebek 110-115cc , meraih:

–       The Best Feature dan Technology

–       The Best Value

2)      TVS RockZ 125cc untuk kategori bebek 120-125 cc, meraih :

–       The Best Performance & Handling

–       The Best Value

–       The Best Design

3)      TVS Apache RTR 160 cc untuk kategori sport 160-180cc, meraih :

–       The Best Performance & Handling

–       The Best Fuel Consumption

–       The Best Design

Teknologi nomor Satu

Kalau ngomongin motor India, pasti terbesit sepeda motor dengan fitur-fitur serba digital. Yup, TVS juga kayaknya nggak mau kalah nich… Semua sudah berteknologi canggih seperti speedometer yang digital, pengapian digital, yang terbarunya (TVS Tormax) malah sudah menggunakan Multi Information Display sebagai dasboardnya serta mesin canggih berpendingin air 3 klep.

Bebek super TVS Tormax yang gak kalah dari bebek super keluaran Jepang

Komitmen Layanan Purna Jual

Selain memastikan keberadaan spare part yang berkelanjutan, TVS juga udah bikin call center berngaran i-care yang bisa dihubungi di 0800 1 900 700. Selain itu, TVS juga getol membangun kemitraan dengan bengkel-bengkel pribadi untuk menambah kemudahan pengendaranya. Yah, memang belum bisa menandingi jaringan Jepang sih tapi ini menunjukkan komitmen perusahaan yang baik yang patut diapresiasi.

contoh komitmen dari TVS yang patut dicontoh oleh pabrikan baru lainnya

Perlahan tapi pasti, TVS yang berlambang kuda merah mulai muncul justru sebagai kuda hitam yang patut diperhitungkan di masa yang akan dating dalam kancah industri otomotif Indonesia khususnya roda 2.

kuda merah yang juga kuda hitam

Maju terus, TVS.

Okey, bro-bro riders semua pasti udah nggak asing lagi dengan iklan CBR 250 kan, yang ini nih :

Di dalem iklan itu, ada momen-momen dimana mengendarai CBR sudah seperti di cockpit pesawat jet, menebus awan, saking mulusnya mesin si cibie. Saya pikir cukup masuk juga, motor sama pesawat kan mirip-mirip. Kalo belok mereng-mereng gitu, tapi kan nggak ada pesawat merk Honda, pikir saya.

Eh, ternyata Honda nggak cuma main-main dan ngebual masbro. Honda ternyata benar-benar sudah bisa bikin pesawat, dan hebohnya sudah mulai dijual kepada umum.  Penasaran kayak apa bentuknya? nih dia :

mereng-mereng di langit, hmm asik juga 😀

Ini dia mesinnya yang diklaim rancangan Honda sendiri yang dibangun dengan bantuan teknis produksi dari GE :

diklaim irit BBM khas Honda tapi lebih ngebut dari jet biasa (lihat penempatannya yang unik)

Adalah Honda Aircraft Co, salah satu unit bisnis langsung dari Honda Motor Co yang lama kita kenal sebagai pembuat sepeda motor tersebesar serta designer Michimasa Fujino yang mewujudkan mimpi ini. Dinamai dengan HondaJet, inilah pesawat jet pertama Honda yang telah dilengkapi dengan kontrol kendali tercanggih pesawat jet yang pernah ada. Dengan full digital cockpit, teknologinya pun sudah jauh lebih maju daripada pesawat komersil sekelas Boeing yang biasa kita naiki sekalipun, seperti inilah kokpitnya :

sudah aplikasi full digital glass cockpit

Dengan berhasilnya Honda membuat pesawat ini, disinyalir pabriknya di North Carolina, USA akan diperluas dan bukan tidak mungkin Honda memproduksi pesawat yang lebih besar. Dengan efisiensi biaya yang tinggi, jangan kaget kalau beberapa tahun lagi di bandara sudah penuh pesawat merk Honda.

What Next? Kereta api merk Honda??

Buset, kemana-mana naiknya Honda deh 😛

Ini videonya, monggo dinikmati :

Tentunya bro-bro udah tahu donk motor apa dibawah ini :

sporty abis = keren abis, Honda harus belajar desain dari Yamaha nih

 Gwe bisa bilang desain Yamaha New R15 flawless alias sempurna. Desainnya yang mengikuti Yamaha R6 memukau habis setiap penikmat motor sport yang melihatnya kendatipun mesin yang ditanamkan masih kalah powerful dengan New CBR 150 R yang menggendong mesin DOHC. Namun, First impression is everything, Yamaha jagoannya dalam hal ini. Honda CBR harus ngaku kalah, desainnya New CBR terlalu kalem, nggak cocok disebut true sport bike. Bahkan, desain Megellinya Minerva masih lebih bagus. Honda harus sadar dan segera berubah.

harusnya model ini yang jadi kiblat new cbr series bukan vfr !!

 CBR harus segera dikembalikan ke kodratnya sebagai Honda’s Legendary Sport bike not a touring bike, pakai desain CBR 600 !!!

Silahkan berpendapat, bro 😀

Well, kalau bro fellow riders perhatikan, sebenarnya tidak ada perkembangan teknologi yang cukup signifikan dalam dunia otomotif di Indonesia khususnya roda dua dalam dekade terakhir ini. Semua produk yang ada, sebagian besar masih setia menggunakan teknologi lama, hanya bungkusnya saja yang diperbaharui, content-nya masih sama saja dari dulu. Bahkan ada produk yang sampai sekarang mesinnya masih sama dengan yang dipakai di jaman saya SD dulu. Benar-benar plek.

Yah, kalau dilihat sebenarnya tidak terlalu salah juga para ATPM menggelontorkan produk yang memakai teknologi lama seperti ini. Apa sebab? Yah, karena resisting to change konsumen Indonesia masih tergolong tinggi, bro. Ingat, ketika dulu fitur injeksi dicibir setengah mati, yang ribetnya lah, yang susah nyervisnya lah, dll. Yang simple-simple aja deh, gitu katanya.

Tapi sekarang kayaknya udah nggak lagi, konsumen Indonesia mulai melek teknologi. Ingat, raja sport 150cc yang bertahta tak tergoyahkan sekarang juga sarat teknologi, sport 250cc baru yang sarat teknologi juga mulai lebih diminati. Apa sebab? Konsumen sudah mulai pintar bro, tidak lagi tertipu dengan merk dan nama besar semata, adanya teknologi tentunya mendukung performa yang lebih signifikan dan efisiensi yang lebih tinggi. Last, tetap didapatkan penggunaan bahan bakar yang efisien dan efektif. Banyak konsumen yang mulai modern dan sadar bahwa teknologi tinggi dan efisiensi mesin bukan jadi hal kacangan lagi, apalagi melihat trend BBM yang terus saja mendaki gunung .. lewati lembah.. (Halaah, ini mah lagu ninja hatori euyy).

Lalu bagaimana dengan sepeda motor bebek? Teknologi di segmen ini sebenarnya tergolong stagnan, sampai beberapa tahun belakangan ini mulai ada perkembangan teknologi yang tergolong lumayan di kelas bebek super khususnya yang dihuni oleh Satria FU, Jupiter New MX, Kawasaki Athlete, dan Honda CS1

 

 

Sekumpulan bebek super 😀

Bagaimana dengan TVS ?

TVS Motor Indonesia

Rasanya kalau lagi ngomongin motor India, pasti langsung terbesit motor yang hi-tech. Hehe, lha iya lah, emang kenyataanya gitu bro… sip. Maka sudah pastilah TVS Tormax 150 yang baru saja di-brojoolkan oleh TVS Motor Indonesia ini berteknologi tinggi. Eits, nggak hanya teknologi di sektor mesin yang bikin geleng-geleng lho, teknologi di sektor kelistrikan dan fitur penunjang tak kalah bikin shock.  Apaan aja tuh? Cekidot :

      1. Mesin horizontal 150 cc SOHC 3-valves variable Turbotune with Liquid Cooled

Mesin teknologi baru, 3-valve cyclone engine with L/C

Mesin berteknologi radiator sih memang sudah biasa nemplok di motor sport, tapi kalau di bebek bisa dibilang syupeerr, apalagi ini mesin tidur loh. Maak, seumur-umur baru sekali ini gwe liat mesin bebek tiduran beradiator. Konfigurasi model ini bakal menyajikan torsi yang BBB (benar-benar besar), cocok lah sama namanya yang Torsi Maximal. Lalu teknologi 3 klepnya dengan 2 klep masuk dan 1 klep buang, nggak umum broo. Emang pernah ada sih dulu motor bebek 3 klep juga, tapi teknologinya nggak seadvance ini. Pastinya bikin kenceng larinya nih. Apalagi ditambah dengan swirl chamber yang membuat campuran udara dan bensin lebih homogen sebelum dibakar (oh ini toh yang disebut Turbotune itu, lebih cocok disebut sebagai Cyclone Engine nih sebeenernya, tapi it’s OK lah). Teknologi yang seabrek-abrek gini pastinya selain keceng larinya, bakal irit juga nih. Sedaap…

      2. Double disk brake with horizontal gas monoshock absorber

Kalau double disk brake sih sudah cukup lazim di bebek super, tapi monoshock horizontal yang didukung shockbreaker gas? Ini biasanya cuman ada di moge sekelas Kawasaki ER6N, tapi nemplok di Tormax bro. Speechless deh.. Makin asoy deh rolling speed di tikungan, kebayang tuh asiknya pake Tormax buat cornering… 😀

      3. Super digital speedometer

beberapa fiturnya bahkan tidak ada di Koso RX-2N sekalipun

Sama sekali bukan speedometer digital biasa. Tadinya speedometer full digital paling canggih dan lengkap cuman ada di Suzuki FXR 150 dan Honda CS1. Sekarang enggak lagi, punyanya Tormax jadi paling canggih. Faktanya demikian, coba aja sebut. Speedometer, tachometer, fuelmeter, termometer, lap time record, top speed record, gear position, helmet remainder, service remainder, dll. Koso RX2N aja nggak selengkap ini, kayak dashboard computer mini aja ini. 2 jempol bro.

      4. Dual Tune Muffler

Ini lagi fitur yang tambah bikin geleng-geleng, masa knalpot suaranya adjustable? Dual sound aftermarket aja masih jarang, itu juga kalau ada musti bongkar-pasang Db killer buat dapetin suara yang beda. Lha yang di Tormax, cuman tinggal geser tuas yang mirip tuas cuk itu, men. Kalau mau ngebut, tinggal geser keluar jadi knalpot racing ngebass plus tenaga mesin nambah 15%. Kalau mau lebih ngirit tinggal ditutup lagi. Yah, kalau gini sih seng ada lawan lah. Pengen ganti knalpot variasi jadi mikir-mikir deh, apalagi bentuknya udah trioval tuh.

     5. Full LED light signalling system.

LED full system (persis moge)

Kalau udah pernah lihat lampu belakang moge sekelas Fireblade, Gixxer 1000, sama R1. Nah, tuh udah persis kayak gitulah lampu belakang TVS Tormax, mika putih plus udah full LED se sein-seinnya depan belakang. Mantap? Udah pasti..

Eits, harganya terjangkau pula cuman Rp 14,9 juta. Dengan teknologi-teknologi yang serba mutakhir  yang beberapanya bahkan tidak didapat di moge.

Apa lagi yah? Menurut gwe, Tormax lebih pas disebut bebek hyper ketimbang bebek super. Sebuah motor dengan sepaketan teknologi yang menjadi pionir di kelasnya ? Jadi pas kalau dibilang Teknologi Sang Pemenang, cocok banget apalagi kalau disandingkan dengan brand ambassador baru TVS, sang striker Bambang Pamungkas.

Tormax, Teknologi Sang Pemenang BePe, icon baru TVS ... Cocok Bepe, icon baru TVS... cocok

BePe, icon baru TVS ... cocok !

Jadi, siap untuk menang ? 😀

(sumber gambar dari detikoto.com, tmcblog.com, dewataspeedblog.wp.com)

Hari ini rasanya cukup terpuaskan melihat postingan kang Taufik di Tmcblog.com yang menyatakan bahwa AHM telah melakukan klarifikasi langsung terhadap apa yang disebut “coakan” pada rangka downtube New Megapro terhadap Bro Hendrawan yang disinyalir menjadi penemu awal masalah yang diduga cacat produk ini.

AHM : sudah dites dengan komputer dan dijamin aman

Melalui penjelasan panjang lebar, AHM telah mengatakan bahwa produknya tetap aman untuk dikonsumsi (buseng, kayak kasus indomi aja nich :P). Paling tidak bisa sedikit menjadi pengobat rasa was-was yang dialami para penunggang NMP.

Namun disayangkan, AHM hanya melakukan klarifikasi terhadap Bro Hendrawan saja padahal sudah sepantasnya hal ini diketahui khalayak, atau paling tidak dilakukan sosialisasi singkat. Tidak hanya kepada satu orang saja.

Namun niat baik AHM ya patutlah kita apresiasi, melihat keterbukaan AHM terhadap masukan dan kritik yang kadang pedas-pedas. Yah, namanya juga kritik. Maka kita tunggu niat baik selanjutnya dari AHM untuk klarifikasi terhadap khalayak. Tentunya kita sangat berharap ini jadi goal tentu dengan cara-cara yang masih dalam kaidah alias sopan. Hal ini juga sekaligus menegaskan hitam diatas putih apabila suatu hari ada yang kecelakaan atas coakan tadi, AHM siap bertanggung jawab dan siap menerima konsekuensi reputasi buruk yang sepertinya sangat tidak mungkin diambil oleh AHM.

AHM harus bertindak hati-hati dan cermat supaya imagenya tidak jatuh

Silahkan bagi AHM untuk mencari metode sosialisasi khalayak yang paling pas, bisa diselenggarakan pada saat promosi, event, dll yang penting terbuka dan yang paling penting nih –> “harus dilakukan dan jangan kelamaan”.

Tapi kok dari Segitiga yang pecah belum ada kabarnya yah dari pabrikan satunya.

Silahkan berkomentar, bro 😀

detik-detik terjadinya insiden

Kenekatan Marco Simoncelli memuncak pada gelaran MotoGP Le Mans, Perancis, Minggu silam. Si daredevil ini dengan berani nekad memotong jalur Pedrosa. Akibatnya PEdrosa kaget dan menarik rem sejadi-jadinya hingga motornya tegak namun tetap saja menyenggol. Efek senggolan pada kecepatan 100kpj lebih membuat Pedrosa terpelanting dan tidak bisa melanjutkan lomba.

Well, kalau dilihat sebenarnya skill serta nyali si kribo satu ini meluap-luap namun sangat kurang di mental dan pengendalian diri. Melihat ini, seharusnya daripada dikucilkan Supersic bisa diberi wejangan-wejangan serta training safety riding 😛

cuman kurang training safety riding, mungkin bennythegreat atau eyang edorusia bisa bantu, hehe...

Nah, siapa tahu dia bisa menjadi the next Rossi.

Bagaimana HRC ?

Setelah membaca berita disini , ternyata Yamaha Fazer 250 akan didatangkan ke Indonesia untuk menggantikan si klingon yang terbukti kurang laku akibat berwajah aneh.

Wow, tentu saja ini keren. Mengingat penampakan dan performa Fazer 250 yang tergolong cukup sangar (engine 250cc oil cooled versi upgrade dari Scorpio), turunnya Fazer juga akan menyebabkan Yamaha ikut bermain di kelas 250cc walaupun bukan dalam kategori sport full fairing.

dibanding klingon? jauhh.. *YMKI harus segera suntik mati klingon buat yang ini!!* asli keren!!

Tapi tunggu dulu, market Fazer 250cc ini disinyalir justru bakal lebih luas daripada CBR dan Ninja 250 yang sudah lebih dulu brojool. Yup, dikarenakan pasti karena harganya yang lebih murah, penggunaanya pun tergolong lebih fleksibel sementara tenaga yang cukup besar juga didapatkan. Dengan keberanian Yamaha Indonesia menghadirkan Fazer 250, praktis hanya tinggal Suzuki yang belum punya gacoan 250cc sehingga semakin memotivasi untuk menghadirkan GW250 atau Thunder 250 reborn.

Efek sampingan lain, AHM bakal memastikan bahwa next Tiger juga akan bermesin 250cc kalau Fazer jadi brojol… last..makin menarik saja bukan?

Ayo dukung YMKI menelurkan Yamaha Fazer 250 cc secepatnya 😀

Well, tentunya ini kabar yang masih hangat di telinga kita bahwa belum lama ini Pesawat Merpati yang bertipe Ma-60 buatan Cina Xian Aircraft jatuh di perairan Kaimana, Papua Barat. Kecelakaan yang sangat serius dimana semua awak pesawat dan penumpang meninggal dunia.

Well, cukup menarik untuk dibahas nih. Ternyata setelah diinvestigasi lebih lanjut pesawat ini memang sering mengalami masalah, bahkan beberapa airline pernah mengeluhkan sayap belakang yang mudah retak. Well, cukup sering kita dengar memang untuk rata-rata produk buatan Cina baik motor, mobil, hingga pesawat. Adapun pesawat ini sebetulnya tidak murni buatan Cina, namun sedikit gado-gado. Klaim pabrikan sih mesin dari Canada, kokpit dari Amrik, sayap dari Rusia, dll. Kalau kata Om Benny nih namanya motor pesawat jangkrik, hehehehe.

MA-60 pesawat jangkrik buatan Cina *tepok jidat*

Well, ternyata selidik demi selidik ya pesawat ini dibeli karena murah dan fitur serta teknologinya sudah tergolong maju di kelasnya. Hmm…, tapi kok belum lulus standar FAA yah. Sialnya, Jusuf Kalla sudah pernah menolak pembelian pesawat ini karena dinilainya kurang aman. Ndilalah, sekarang malah kejadian.

Hal ini langsung membuat anjloknya image dan omzet Merpati karena dicap memakai pesawat abal-abal, bahkan ada yang cukup sadis mengatakan bahwa pesawat tersebut dibuat dari kayu hanya karena memakai pesawat buatan Cina. Yah, memang perlu dibuktikan lebih lanjut sih, lha wong Airbus 380 yang super canggih saja bisa rusak mesin di udara kok, tetapi memang karena teknologi dan keamanan yang prima, pesawat tersebut tidak jadi celaka.

Jika teruji baik, ada trouble pun, keselamatan masih terjaga.

Cilakanya, CN 235 yang murni buatan Indonesia justru sudah mengantongi serifikat FAA dan bahkan sudah dipakai oleh oleh US Coast Guard, South Korean Air Force, French Air Force. Jauh lebih safety, jauh lebih reliable.CN 235, jauh lebih aman daripada pesawat jangkrik, Korean Coast Guard pun bangga menggunakannya. Kita sendiri ??

CN 235, jauh lebih aman daripada pesawat jangkrik, Korean Coast Guard pun bangga menggunakannya. Kita sendiri ??

Lalu kaitannya dengan motor? Yah, memang kita tidak boleh lantas melakukan labelling. Namun, insiden ngowos, rem belakang blong saat kecepatan tinggi serta rusaknya sebagian motor pada saat OMR ya mbok jangan disembunyikan. Eh, itu menyangkut nyawa euy, masa dicuekin. Anda mau menukar nyawa dengan harga yang hanya “sedikit” lebih murah? Kalau saya sih… hehe… sorry ye, mending beli motor yang jelas2 safety aja. Memang kalau mau membeli barang buatan Cina itu harus sedikit selektif, pilih barang Cina yang memang sudah teruji dan diakui di negara besar macam Amrik dan track recordnya JELAS. Jangan mudah percaya bahwa kita membeli produk dengan iming-iming dibuat dengan komponen dari negara bule lah, dll lah, tapi ketika ditelusuri tidak ketemu track recordnya.

mesin ngowos? bahaya euy, apalagi di pesawat.. *kalau pengujian cukup seharusnya nggak begini*

Lalu gimana kabar motor Indonesia, yah walaupun motor kita sebenarnya juga lebih safety dan lebih reliable dari motor diatas. Kita sendiri yang membunuhnya. Orang Indonesia kelewatan sombongnya sih. Yuk donk, kita berbenah, hargai produk dalam negeri !!

versi monosoknya lebih gagah lg :)

jauh lebih baik daripada motor jangkrik, kita saja yg kurang bangga

Terlepas dari itu semua, merk motor sekelas Airbus dan Boeing juga sepatutnya menjelaskan terjadinya komstir pecah. Dan walaupun terbukti aman, coakan rangka juga butuh sosialisasi. Dengan begitu konsumen akan semakin yakin untuk membeli motor Boeing dan Airbus tersebut walaupun memang dunia sudah mengakuinya.

Bagi yang menjual motor jangkrik yang kurang aman, bertobatlah..bertobatlah… Boleh saja buat motor keren harga miring, tapi SAFETY-nya diperhatikan dong !!!

Mari komentar bro, bebas, sopan, dan open minded yah 😀

Well, benar ternyata bahwa Honda memperhatikan benar ulasan para blogger disini. Setelah gerah dan memastikan keberadaan New Tiger 2012, kini Honda Spacy yang baru saja diluncurkan siang ini melakukan banderol harga yang bahkan sedikit lebih murah dari pesaingnya the legendary mio. Adapun Honda Spacy diluncurkan di JIExpo siang ini dan harga resminya adalah 11,7 jt untuk ersi pelek jari dan 12,5 jt untuk pelek palang, semuanya harga sudah OTR.

Dipersenjatai dengan fitur ciamik berupa bagasi besar, desain bodi mewah turunan PCX (terlihat dari lampu blk), dan automatic headlight on di stang yang semuanya absen di pesaingnya.

Beware of the Mio killer !!

Mampukah ia merebut tahta raja matik dari Mio ??

Hanya waktu yang bisa menjawab, kalau saya bilang sangatlah mungkin!! Dengan fitur yang komplit harga segitu, apalagi berbekal nama besar Honda, kekuatan Spacy akan sangat membahana. Yang jelas YMKI perlu merobak total Mio-nya, tidak cukup hanya dengan menghadirkan versi injeksi.

Silahkan berkomentar bro 😀 . Kalau benar laris selain Mio, saudara seperguruannya juga bakal kalah pamor.. Yah benar… BeAT bisa diskontinyu nih 😛

Membaca artikelnya mas taufik tetang repostnya TPT CBR 150 R bisa saja menjadi sinyalemen bahwa Honda sedang mikir-mikir lagi. Yuuppzzz, masbro. Kita nggak bisa pungkiri bahwa atensi Honda terhadap keinginan bikers Indonesia terutama para bloggerss di sini sangat besar. Bisa dibilang, apa yang lu mau gwe ada.

Berhubung banyak bikers yang ngarep CBR 150 R menjadi motor impian mereka yang menjadi nyata sempat kandas mendengar kabar bahwa CBR 150 R akan di CBU yang berarti harganya akan mendekati 30 juta. Banyak yang berharap harganya paling tidak setara Honda Tiger saja. Yeah dengan adanya repost ini kita boleh saja berharap toh, AHM ternyata berbaik hati mengabulkan keinginan bikers sini terutama kalangan kurang berduit yang sudah berpuluh-puluh tahun menabung demi sebuah motor berfairing supaya dapat terwujud.

Akankah AHM benar-benar men-CKD CBR 150 R. Jika memang ya, maka harapan bikers meminang motor impian berfairing yang kencang, canggih, namun masih terjangkau siap terwujud, dan CBR 150 siap menjadi raja jalanan yang baru. Well, keputusan tetap ada di tangan AHM !!!

Tambahin bocoran deh buat pertimbangan AHM : Banyak FBY yang siap hengkang meminang si cantik CBR 150 R kalo nggak terlalu jual mahal. Dan itu berarti nggak sedikit !!!

CBR150 R, 150cc DOHC with PGM-Fi full cowl bike only at 25 million rupiahs. Will it be a big dreams come true? Time will tell yeah… 😀

yg ditunggu, yg dinanti, akankah sesuai harapan ??

Mari kita sama-sama bersatu dukung AHM untuk men-CKD CBR, yuhuuu…