Arsip untuk April, 2011

Skutik baru Honda baru kayaknya udah bukan rahasia lagi deh. Yup, tidak lain dan tidak bukan adalah Honda Dio yang baru saja diluncurkan Honda di Jepang. Ada sedikit minor downgrade dari segi pengereman yang hanya bersistem konvensional menggantikan sistem CBS.

Dari namanya, Honda kelihatannya akan menjual fitur bagasi besar pada skutik ini. Yang digadang-gadang bahkan lebih besar dari bagasi akuarium Hayate. Dengan cara meniru skutik yang masih saudara jauhnya Honda (Kymco), box filter diletakkan diatas CVT, otomatis bagasi jadi lapang, wew. Sepertinya benar jika AHM sekarang amat pintar memposisikan produknya, yang ke mio-mioan ada, yang seneng bagasi gede ada, yang seneng retro ada, yang seneng nuansa mewah dan hi-end sebentar lagi ada Airblade, yang seneng maxiscoot tapi masih bisa digunakan di perkotaan dengan enak ada. Benar bahwa YMKI masih harus berguru ke Honda untuk hal ini.

Akan tetapi Dio yang muncul disini kok malah jadi two-tone color dan pke stripping segala, padahal kalo polos seperti aslinya kelihatan mewah tuh. Katanya AHM sih menyesuaikan selera orang Indonesia yang seneng motor berstiker (walah…).

bagasi besar, merknya Honda = tunggu apalagi , tapi strippingnya bikin katrok (gbr minjem kang haji :D)

tuh kan, lebih keren klo warnanya polos

Silahkan berkomentar, bro πŸ˜€

Well, dalam hitungan hari sudah TVS akan meluncurkan jagoan barunya di kelas bebek 150 cc. Berngaran Tormax, rumornya bebek perkasa ini akan dijejali mesin yang sangat-sangat “UNIK”

Bisa begitu karena mesin Tormax ini masih berkelamin cewek murni alias ndlosorr a.k.a tiduran belum berdiri. Yup, Tormax bukanlah termasuk bebek jantan seperti halnya MX, Satria, dan FU. Namun lebih cocok dibilang sebagai warrior princess.

Dirumorkan sudah berpendngin cair , wuah bebek murni pertama yang beradiator nih. Jujur saya pun penasaran seperti apa bentuk mesin canggihnya nanti, hmmm. Semakin menarik karena bebek ini juga dilengkapi dengan valve train yang inovatif 3 valves Vti (mirip mobil Toyota nih). Pada operasional biasa (mode irit) yang beroperasi hanya 2 valve, namun dengan menekan tombol power maka valve ketiga akan aktif dan memberikan tambahan power(mode racy/boros).

Bukan motor India namanya kalau minim fitur, selain teknologi unik tersebut diatas, bebek ini juga dilengkapi dengan sensor helm (waduh kayak apa yak?) dan juga lampu led di depan dan belakang, dan speedometer full digital. Tenaga yang dihasilkan juga tergolong besar sekitaran 13,5 ps atau setara power Honda Cs1 standar. Keluaran yang luar biasa untuk ukuran mesin tiduran. Namun sangat jauh ekspektasinya jika mau dilawankan Satria FU yang bermesin 150cc DOHC 4 valves, mungkin motor ini masih bisa bejaban untuk menempel bebek cowok macam New Jupiter MX atau CS1 tapi tidak untuk FU!!

fitur unggulan spido tormax (gbr minjem dari kang haji) πŸ˜€

Akan tetapi saya menyayangkan desainnya yang meniruΒ mirip Jupiter MX versi lama. Padahal kan bisa dibikin model sendiri. Biasanya kalau model mirip gini calon pembeli akan lebih prefer memilih New Jupiter MX yang after salesnya lebih terjamin dan mesinnya lebih gagah (berdiri). Tapi yah, time will tell sich, menurut saya Tormax masih akan sulit untuk bersaing dengan New Jupiter MX yang lebih macho dari segi desain walaupun kalah fitur.

desain tormax yang terkesan niru jupiter mx lama

Desain Tormax masih harus ngalah sama NJMX yang lebih macho

Silahkan berkomentar, bro πŸ˜€

Oke, rasanya banyak dari kita sudah tau kasus rendahnya kualitas manufaktur dan pengecekan kualitas dari Yamaha Indonesia sampai harus menyebabkan segitiga komstir pecah hanya karena jatuh ringan.

komstir byson pecah yg dicuekin YMKI

Well, definitely this is serious man!! Dimana tanggung jawab ATPM kalau seperti ini? Jelas-jelas produknya tidak safe, dan parahnya nggak semua orang tahu mengenai hal ini. Ternyata ketika saya cek di lapangan, benar sekali bahwa kualitas segitiga Yamaha Byson sangat mengkhawatirkan, finishingnya sangat tidak rapi dan TIPIS. Padahal ia harus menanggung ukuran ban dan sok depan yang diatas rata-rata.

Anehnya YMKI tidak melakukan recall terhadap produksnya nor melakukan penjelasan. Well, untuk sekarang ini Yamaha Byson bisa saya bilang belum recomended untuk dibeli karena belum safe !! Bagi brother yang sudah terlanjur beli, tentu disarankan untuk melakukan reinforcement sendiri pada segitiga yang dimaksud.

Balik ke kasus Honda NMP. Ini juga sama saja. Belakangan ditemukan kasus bahwa ternyata rangka tengah bawah DICOAK masbro!! Well, menurut pandangan orang awam or secara logika, bisa dipastikan kekuatannya akan berkurang. Well, ini cukup mengerikan sebab posisi pencoakan ada di rangka yang mana sangat vital bagi keselamatan. Kendatipun belum pernah ada kasus kecelakaan menyangkut ini dan adanya salah seorang mekanik AHM yang penah memberikan statement bahwa pencoakan tersebut masih dalam batas wajar, lha mbok tetap diberikan sosialisasi yang jelas terhadap semua rider NMP dan bikers umum bila perlu sehingga feel safe on the road masih bisa diperoleh, apalagi produk Honda dikenal karena safetynya.

rangka NMP coak, mudah2an nggak dicuekin

Atau jangan sungkan apabila ternyata setelah re-asessment, semua produk direcall untuk reinforcement rangka. Biasanya Honda paling tanggung-jawab untuk satu ini. Jangan menunggu kejadian seperti Yamaha Byson. Semua sudah diprakarsai oleh blogger dalam evaluasi tinggal menunggu niat baik AHM nih…

So, gimana AHM?

Well, kayaknya yang namanya Honda Tiger semua bikers nggak mungkin ada yang nggak tahu. Sayangnya kebesaran nama Tiger ini tidak lagi dipelihara oleh AHM. Entah maksudnya apa? Tapi sepertinya AHM memang menyiapkan Singa (CBR) untuk menggantikan singgasana sang macan.

Lihat bagaimana sekarang si macan di hutan (jalanan) dengan mudahnya dikecengin sama pemangsa lainnya semisal serigala bahkan oleh sang kebo mangsanya sendiri kadang kalah kenceng larinya. Buset dah!! Apa masih layak disebut Sang Macan nih??

Sang macan yang sudah tua renta seperti dibiarkan saja melemah sampai akhirnya mati dengan sendirinya di kandang AHM. Fitur-fitur yang ala kadarnya, mesin yang loyo dan nggak ada larinya, rantai berisik semuanya menghiasi CV sang macan. Padahal sang macan sudah kadung menjadi legenda. Jangan-jangan AHM mau meniru langkah YMKI yang memaksanya untuk menyuntik mati sang lagenda RX-King.

the old, sick Tiger

Padahal sayang, nama besar Tiger masih kuat. Apalagi sebagai legenda 4 tak, jamannya masih panjang. Mosok mau dibiarkan mati perlahan-lahan. Lha mbok ya jangan dablek, untuk CS1 boleh laagh dablek. Tapi masa untuk Tiger yang penggemarnya masih berjibun dablek juga.

Jadi gimana nih AHM?

seperti ini yang kami mau !!!

Silahkan berkomentar, bro πŸ˜€

Sebenarnya fenomena skutik ato lebih tepatnya skubek sudah booming sejak beberapa tahun yang lalu. Namun terhitung pula semenjak waktu itu, belum ada skutik Jepang yang mampu memenuhi kriteria skutik sesungguhnya menurut gue.

Weitts, emang apaan tuh kriteria skutik sesungguhnya :

1. karena skutik konsepnya user friendly ya bagasi gedean donk, lihat tuh Kymco Trend SR, nah begitu seharusnya. Skywave? Yah lumayan, tapi masih kekecilan.

2. tangki bensin lha mbok ya jgn lagi2 dibawah jok, bebek banget nich. Bisa donk keren kayak (lagi2) Kymco Trend SR di centerbone, jadi praktis kalau mau isi bensin πŸ˜€ (kecuali di pom bensin Shell). Lagi2 nggak ada yang beginian…

3. box filter diatas CVT donk, kata orang sirik dan sok tau bin alay sih box filter diatas CVT = iiihh jijik deyy, kayak motjin. Padahal Piaggio gini semua. Ini bikin maintenance filter lebih mudah.

4. bensin irit *ya nggak irit2 banget juga sich

Nah, yang comply semua peraturan diatas baru Kymco sama Piaggio. Kymco bagus sih tapi sekarang biaya after sales sama spare-part AJUBILE mahal dan jarang walaupun ada. Piaggio?? Ehm, this bike is not for daily use man. Too expensive broo. *in my opinion.

Angin segar lalu datang dari Suzuki yang berencana menggelontorkan Nex-nya, tapi sialnya disinyalir cuman make namanya aja, bentuknya 11-12 sama spin *cabeee deee.

Beberapa waktu, santer terdengar pemberitaan bahwa Honda siap meluncurkan matik terbarunya yang berngaran Airblade. Hey, lihat. Sepertinya ada titik cerah, perhatikan gambar2 berikut :

serasa naik PCX bukan ?

bagasi besar berlampu, persisi kymco series, MANTAPP!!

tangki bensin di centerbone, top

bahkan anak kunci pun diberi lampu, keren !!

Sayangnya belum dikonfirmasi apakah benar tipe ini yang akan launching di Indonesia ataukah masih another mio/beat ?

Silahkan berkomentar, bro πŸ˜€

Suzuki mulai menggeliat. Walaupun gerakannya belom bisa dibilang radikal, gue yakin Suzuki masih punya peluang besar untuk kembali memperkuat pasar roda 2 nya. Yang paling hangat dan agak kontroversial sekarang ini adalah kabar-kabarnya motor skutik baru Suzuki sebagai pengganti Spin yakni Suzuki Jetmatic Nex. Kok bisa Jetmatic? Yeah, lihat saja bentuknya yang copy paste terinspirasi Jetmatic Kymco, mulai dari desain bodi, front fenderless, batok lampu depan, sampai footstep boncenger yang memakai tombol (desain paten Kymco). Sepertinya Suzuki membeli desain ini dari Kymco, karena desain footpeg otomatis bertombol sudah dipatenkan oleh Kymco.

suzy nex, keren πŸ˜€

kymco trend sr

Anyway, terlepas dari banyak cibiran biker Indonesia yang cenderung kolot terhadap hal-hal baru (hehe, memang kenyataannya gitu :P, makanya produk sepeda motor di Indo ya gitu2 aja) model Jetmatic seperti inilah matic yang seharusnya, bukan yang “Mio-mio-an”. Sebenarnya anaeh juga sih selera orang disini, masa matic kok kayak bebek, eh malah laku, hadeuh πŸ˜›

Disinyalir, sudah ada 2 ATPM yang siap meluncurkan matik dengan bentuk fresh, yakni AHM dengan ruckusnya, dan Suzuki dengan Nexnya. Langkah ini patut diacungi jempol, karena dengan begini model sepeda motor di Indo akan berkembang.

Tapi untuk mengambil langkah ini, kadung ada resiko besar. Masih ingat kejadian yang menimpa Honda CS1? Modelnya yang out of the box malah menjadi cibiran sana-sini. Yang aneh lah, hidrocepalus lah. Padahal jelas-jelas Honda Cross Runner 800i dan Ducati Multistrada 1200S pakai desain yang serupa, ini desain kelas dunia bok!!. Ini menunjukkan betapa menyedihkannya mayoritas biker Indonesia alay terhadap produk motor yang bagus. Pengennya justru yang konvensional, yang itu-itu aja (*kadang bikin gemes juga sich). Lha, kalau sudah begini, apa ATPM mau disalahkan kalau setiap ada model baru cuman ganti warna/striping. Ya elahh, orang sini emang maunya gitu, yang gitu2 doank.. *Gedubrakk

Honda Crossrunner 800 - lihat DNA CS1nya (stang,winsil,fairing)

Ducati saudara kembar CS1

BTW, gue sich sangat berharap AHM dan Suzuki jadi ngelepas Ruckus sama Jetmatic Nexnya. Tapi yah itu kudu pake nyali ngeluarinnya… Kalau emang berani, two thumbs up buat Suzuki sama AHM.

Honda zoomer/ruckus 110/125

Tapi perasaan gue sih Suzuki cuman pakai nama Nex-nya doank, modelnya bukan Jetmatic alias cuman facelift ringan dari Spin yang CMIIW kubikasinya diturunkan menjadi 110cc. Sedangkan Honda masih gelap, kata Kang Taufik sih malah mau nelorin Airblade, yah matic gituan lagi, enggak deh.

Yahhh, kecewaaa… Nunggu Kymco Benson aja deh ekspansi ke Jakarta, modelnya bener-bener true matic, elegan dan berselera tinggi. Kalo Piaggio masih kemahalann, cuman Saranto yang mampu beli :P. Matic model Mio? Sorry, but no thanks !!

First of all, gue bukan FBH, tapi kebetulan gue tertarik dengan visi Honda dalam membuat motor yang aman, oke kita lanjut dulu…

Sepertinya bukan Honda jika tidak bermain dengan teknologi baru dan canggih. Sementara pesaingnya sibuk bikin mesin yang sekencang-kencangnya, Honda kini lebih memilih mengembangkan konsep sepeda motor yang canggih, irit, nyaman, serta aman dibanding hanya kencang. Walaupun sepertinya Honda bisa juga bikin motor kenceng, VTR SP2 misalnya.

Visi membuat motor safety sudah tercermin dari dibenamkannya C-ABS di CBR 250R yang merupakan pertama kali di dunia untuk motor 250cc. Memang banyak biker yang mencibir, padahal sesungguhnya safety dan keselamatan lebih berharga daripada sekedar koar-koar top speed yang dicapai. Kalau soal top speed, ingat di atas langit masih ada langit. Hayabusa saja masih ada yang bisa ngalahin kalau soal top speed.

Tapi kalau keselamatan ?? Harga mati bro!! Nggak ada yang namanya cacat gara2 gedubrak (ih, amit2 sih ini) bisa dibalik lagi. Apalagi soal nyawa, kita bukan kucing yang nyawanya 9 bro, hehe…, tapi ya biasanya kalau belum ngalamin, orang cenderung mengesampingkan unsur safety dan lebih memilih membayar lebih untuk mengorek mesin motornya terkadang bahkan sampai lebih dari kemampuan dukung sasis serta kendali motor itu sendiri dan enggan membayar lebih untuk keselamatan. (baca: pakai helm cetok, rem dilepas, anti rem ABS,alay racer,bore up ekstrem, dll).

Sering gue dengar pernyataan seperti ini: Β Mau safety ya jangan naik motor, bro!! Wow, ternyata banyak biker yang daredevil di Indonesia yah, hehehe. Atau sebegitu sombongnya mereka sehingga amat yakin mereka dengan keahlian ala pembalapnya bakal kebal kecelakaaan ??!. No offense, jgn ada yang tersinggung, introspeksi aja… πŸ˜€ Memang motor nggak bisa seaman mobil sih, tapi kalo ada safety lebih yang ditawarkan, Why not??

Lain halnya di luar negeri, kebanyakan lebih memilih fitur safety daripada kecepatan, Yah, pola pikirnya memang sudah beda sih ;P

Ngomong-ngomong soal fitur safety, baru-baru ini Honda mengembangkan lagi piranti baru keselamatan di sepeda motor namanya seatbelt dan ejection seat. Oke, bro, ini bukan April Mop nih tapi seriusan. Pengembangnnya akan mengambil basis pada Honda Goldwing. Sehingga nantinya motor ini akan dilengkapi dengan C-ABS andalan Honda, Airbag, Seatbelt, dan Ejection Seat. Yup, betul kursi pelontar seperti yang ada di pesawat tempur, bro!!

Adapun fitur baru Seatbelt dan Ejection Seat ini tentunya akan diatur oleh sistem AI yang canggih, jadi nggak bakalan loncat sendiri pada waktu dan tempat yang salah. Caranya gimana? Pastinya bakal banyak sensor-sensor di sekujur bodi motor tersebut, hehehe

Kayak begini kira-kira bentuknya :

Prototype Honda Goldwing dengan Seatbelt dan Ejection Seat

Kira-kira akan seperti ini, terlihat modul elektronik pengaturnya

Silahkan berkomentar bro πŸ˜€ Semoga bermanfaat dan tetap peace brotherhood…