Arsip untuk Februari, 2011

Membaca artikel Mas Benny disini , saya jadi tergelitik. Hmm kalau dipikir-pikir CBR harus “ngeden alay” untuk mengejar motor berkubikasi setara yang 2 silinder? Hmm, benar juga pikir saya ;p Wajar kalo pada sangsi sama performa CBR 250 R yang cuma “1 silinder”.

mesin cbr 250, kaya fitur dan teknologi baru

mesin ini sdh pasti kalah sama 2 silinder? belom tentu...

Coba kita bandingkan lagi spek CBR 250 R dengan GW 250 R *Eh tunggu. Setelah saya membandingkan, ternyata bahwa…. jreng,jreng..jreng

CBR 250 R

Max power : 26hp/8500 rpm

Max torque : 23Nm/7000 rpm

Weight : 161 kg (STD)

 

GW 250

Max power : 26hp/8500 rpm

Max torque : 24Nm/8500 rpm

Weight : 180 kg

 

Malah makin terkesima saya, coba kita perhatikan pada parameter performance, yaagh apalagi klo bukan power dan torsi :P. Disana terlihat bahwa GW250 hanya menang tipiiisss di torsi yang 24Nm, namun itupun butuh rpm yang tinggi di 8500 rpm, bandingkan dengan CBR yang sudah didapat di 7000 rpm!!. Dan coba perhatikan satu lagi, bobot CBR lebih menguntungkan dengan lebih ringan sekitar 20kg-an. Well, tha’s surely will make something 😀

Ternyata keduanya setara kalau nggak mau dibilang CBR sedikiit lebih unggul. FYI, mesin Suzuki GW 250 adalah pararel twin 250cc liquid cooled yang mana setara ninja 250!! Itu berarti CBR 250 bakalan setara performancenya dengan GW 250 dan bahkan dengan Ninja 250 cc, belum lagi ditambah sistem injeksinya yang menjamin putaran mengisi pada rpm manapun !!

Jadi kayaknya sih ga ada yang namanya CBR harus ngeden alay untuk mengejar si “twin brothers” itu, nah malah para twin-twin itu yang kudu waspada jangan-jangan nanti bisa disalip CBR 250 yang cuma 1 silinder. Wadaooo, he3 😛 paittttt

Hmm, memang masih perlu pembuktian sih. Tapi saya gue rasa CBR 250R bukanlah motor yang nggak bisa lari 😀

Well, terungkap sudah yang ditunggu-tunggu. Acara launching Honda CBR 250 R dilakukan siang ini di Hotel Mandarin Oriental jalan MH. Thamrin mulai pukul 13.00. Daan, harganya memang persis sesuai info yakni 39,9 juta untuk non-ABS dan 46,5 juta untuk versi ABS.

Sungguh diluar dugaan. Kalau begini mungkin memang benar dominasi Ninja 250 R hanya tinggal menunggu waktu.

Siap-siap bakar-bakaran !!! 😀

meski 1 silinder didukung teknologi canggih

ninja killer? count me on 😀

Sumber : Disini 😛

Gimana menurut bro semua? 😀

AHM CBR 250 R, mimpi buruk KMI & IU ?

Posted: Februari 24, 2011 in Two wheels

Well, kita semua termasuk gwe sampe terbelalak mendengar bocoran harga New CBR 250 versi AHM yang diprakarsai oleh Bro Saranto. Bagaimana tidak ?, dengan harga 39,9 jt OTR untuk non-ABS dan 46,5 juta OTR untuk varian ABS digabung dengan brand power Honda menjadi sinergi yang sangat mematikan.

makin hot!

selangkah lagi bisa bunuh ninja 😛

Seandainya rumor ini benar (*saya pribadi masih kurang percaya), maka dapat dipastikan akan menjadi mimpi paling buruk Kawasaki Motor Indonesia dan Importir Umum. Ninja 250 R dijamin bertekuk lutut pada sang ksatria baru Honda ini. Sementara nasib IU? Yaagh, tau sendiri lah, dengan harga 42 juta baru dapet yang 150cc. Lha ini, bayar lebih murah dapet 250cc sudah termasuk layanan resmi purna jual AHM pula.

Tapi yah kita lihat saja kebenarannya besok, hehehe… 😀

Jumat yg ditunggu, Jumatnya CBR..

Posted: Februari 23, 2011 in Two wheels

Hebat memang karisma si jagoan Honda yang satu ini. Siapa lagi klo bukan CBR 250 R. Belum lahir aja udah heboh, dan sepertinya Jumat ini bakal menjadi perhelatan besar. Revolusi AHM yang sekarang enggak lagi aji mumpung, banyak merintis produk-produk yang terobosan di kelasnya. REvo AT dan PCX salah satunya. CBR 250 R lanjutannya, dan diharapkan CBR 150 R sebagai puncaknya?

Berdasarkan berita resmi, hari Jumat, 25 Februari 2011 akan menjadi hari lahir CBR 250 R, dan pastinya sesuai perkiraan sebelumnya bahwa pembalap MotoGP Honda Dani Pedrosa, Stoner, dan Dovisiozo akan meramaikan acara peluncuran kali ini.

Well, akankah si cibie 250 sesuai dengan harapan (*banderol harganya)?Saya berharap yang non-ABS berada di rentang 42 jutaan sehingga si CBR masih punya daya saing yang cukup kuat.

Yaagh…

Mari kita pantengin rame-rame, setujuuu ?? 😀

Sebelumnya, ucapan terima kasih secara pribadi saya ucapkan kepada mas saranto, mas tri rondo, henry bodats, benny, kang taufik, andryberlianto, mas nadi, dan tentunya eyang edo rusyanto dan bro stephen, juga blogger senior-senior lainnya yang karena kerendahan hatinya blog saya yang masih seumur jagung bisa masuk agregator dan puncaknya saya dapat menghadiri acara ultah ke-2 KoBOI 19 Feb 2010 di Buperta, Cibubur 🙂

Acara yang sangat spektakuler, walaupun kemasannya sederhana, contentnya sangat jelas yakni deklarasi agen perubahan untuk keselamatan di jalan raya. Para blogger, bikers, dan komentator yang peduli terhadap keselamatan jalan raya tumplek blek jadi satu mendeklarasikan diri sebagai agen perubahan pribadi yang santun dan tertib dalam berlalu lintas.

dengan niat & kemauan, pasti bisa menjalankan amanah 🙂

Semoga amanat yang kita emban ini dapat kita lakukan dengan baik. Memang enggak mudah, tapi kalau ada niat mudah-mudahan semua bisa dilakukan. Aminn 🙂

CBR 250 R-nya Honda memang bikin heboh, tambah heboh lagi karena disinyalir AHM bakal mendatangkan skuad MotoGP-nya “the three musketeers” yang tidak lain adalah si Daped, Stoner, dan Dovisiozo buat acara grand launching CBR 250 R ini.

cibie 250r :D

Honda CBR 250 R

Sepertinya AHM memang mau berpanas-panasan dengan Yamaha yang beberapa waktu lalu mengundang Jorge Lorenzo dalam acara peluncuran Lexam-nya. Okelah kembali ke laptop, sepertinya CBR 250 R memang berusaha untuk mengambil sedikit kue yang selama ini dinikmati oleh Ninja 250 dan Megelli 250 di segmen sport 250. Masalahnya kue yang mau diminta udah kecil. Lantas bagaimana supaya tetap dapat bagian yang cukup ?

Soal brand, Honda sudah punya nama dimana-mana. Lalu, apa itu lantas menjadi alasan buat AHM untuk over-confident ? Wow, it’s a BIG NO NO! Ingat, konsumen di market 250cc sudah jelas, kritis! Honda nggak bisa lagi ngandelin nama besarnya buat jualan, harus ada value added dan tentu saja value for money! Konsumen di segmen ini biasanya sudah mengesampingkan masalah duit. Mereka bersedia bayar jika memang barangnya bagus, pokoknya bisa membuat mereka ini “kesengsem” entah lewat performa, fitur, desain, etc (value added) Lalu kemudian juga jika harga yang mereka bayar sesuai, jangan harap bisa menipu konsumen di segmen ini dengan barang yang tidak sekelas dijual dengan harga setingkat diatasnya (value for money). Kuno Bung!!

Jadi menurut saya CBR 250 R, positioning harganya harus lebih rendah dari Ninja 250 R. Ingat, barangnya beda kelas, yang satu 2 silinder, yang satunya 1 silinder. Dan beda harganya harus cukup jauh, yakni di kisaran 42 juta rupiah, kalau masih mepet-mepet Ninja 250 R di 44/45 jutaan. Yaagh, masih mendingan Ninja deh…. dan gue prediksi CBR 250 R cuman sekedar bakalan jadi penghias etalasenya AHM lagi.

Nah kalau ini bisa dilakukan Honda, dijamin Kawasaki bakalan kalang-kabut 7 keliling, xixixixi…. Pertanyaannya, bisakah AHM yang selama ini terkenal selalu menjual motor dengan harga yang over-priced melakukannya? 😀

Yaaa, mari kita pantengin bareng-barang 😛

Sudah dapat dipastikan bahwa Bajaj Pusar 220 akan diluncurkan dalam waktu dekat ini. Suatu saat yang pastinya sudah ditunggu-tunggu oleh para Pulsarian yang ingin mengupgrade serigalanya.

bajaj pulsar 220

bajaj pulsar 220

Kehadiran si Pulsar 220 ini diposisikan untuk mengganti si Pulsar 200 atau Pzoo yang sudah dihentikan produksinya di India. Seperti artikel saya terdahulu bahwa memang Bajaj sangat piawai dalam memproduksi motor yang nilai value for money-nya sangat luar biasa. Yang sudah barang tentu menjadi latar belakang utama kesuksesan saudara-saudara seperguruannya yang lain a.k.a Pulsar 135, dan si legendaris Pulsar 180 (Pibo). Anehnya si XCD 125 justru kurang sukses, mungkin karena tidak membawa nama besar Pulsar.

Pulsar 220 yang direncanakan akan dibanderol di bawah 24 juta ini, menurut saya memang sangat pantas untuk dibeli. Well, regardless of brand, motor ini menawarkan fitur yang melampaui harganya. Apa aja itu, yuk kita pantengin rame-rame :

1. Dual headlamp with projector.

Yang membuat motor ini gahar adalah penerapan model proyektor untuk lampu depan, lampu sejenis juga sudah diaplikasikan minerva ke produk-produknya. Namun kekurangan dari lampu model ini adalah sinarnya yang kurang terang dibanding lampu model reflektor kristal biasa, namun cocok untuk diaplikasikan HID sebab tidak menyilaukan.

2. Sistem pengereman

Pulsar 220 sudah mengaplikasi dobel cakram depan-belakang, dan memakai perangkat pengereman dari ByBre yang merupakan produk Brembo yang biasa dipakai oleh sportbike sekelas Ducati.

3. Digital ignition, 21 hp DTS-Fi oil cooled engine, digital speedometer

Sami mawon dengan Pulsar 200 hanya beda 20cc dan masih karburator, belum injeksi. Namun tetap saja teknologi sekelas belum ada pada kompetitornya. Tenaganya yang mencapai 21hp sudah lebih dari cukup untuk ngasepin kompetitornya Honda Tiger, dan kemungkinan Yamaha Scorpio 225.

Motor yang dilabeli “The Fastest Indian” ini memang layak untuk dibeli. Saya saja sempat kepingin, namun yang membuat saya urung membelinya adalah karena semua Pulsar series beratnya minta ampun. Susah buat rider yang berbodi imut seperti saya. Mungkin saya memang sudah ditakdirkan untuk menunggangi si kilatperak 😛

Namun belum lama ini saya mendengar kabar yang kurang mengenakkan. Teman saya baru saja membeli Pulsar 135 LS pertengahan tahun 2010 lalu, ia mengaku puas dengan speednya namun ia mengeluhkan bahwa mesin pulsarnya sudah pada rembes oli dan berisik walaupun belum sampai 6 bulan dipakai, lalu kemudian ada juga yang mengemukakan bahwa kualitas blok mesin Pulsar kurang baik dan kurang presisi sehingga gampang terjadi keausan serta berisik. Berhubung saya bukan rider Pulsar, jadi bisa saja informasi ini bias/belum tentu benar.

BAI harus tetap menjaga kualitas, jangan sampai brand image yang sudah terbangun dengan baik menjadi rusak karena semata-mata ingin menjual dengan harga murah.

Silahkan berkomentar, bro 😀

Happy birthday KoBOi yang ke-2

Posted: Februari 15, 2011 in Two wheels

Wah, baru ngeh gwe bahwa hari ini adalah hari jadi KoBOI yang ke-2. Maklum, newbie baru gabung, he3.

Happy birthday buat KoBOI, buat kita semua. Apapun warungnya, perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah, namun persaudaraan, brotherhood, serta misi keselamatan berkendara yang diamanatkan kepada seluruh anggota KoBOI harus tetap terpelihara.

Hidup blogger Indonesia, Hidup KoBOI 😀

 

 

Sepertinya kalau kita ngomongin yang namanya harga BBM, maka sudah pasti nggak akan ketemu ujung pangkalnya. Harga minyak dunia sudah pasti bakalan naik terus seiring dengan minyak dunia yang makin menipis. Konsumen sekarang harus dituntut untuk berpikir lebih smart dalam memilih kendaraan yang ekonomis dan irit bahan bakar.

Bisa dibilang zaman sekarang ini merupakan titik balik. Kendaraan berperforma tinggi namun haus bahan bakar mulai tidak diminati bahkan mulai punah satu per satu. Konsumen mulai menyadari arti penting dari eco drive dan eco ride, salah satu contoh adalah matinya Hummer buatan General Motor yang terkenal buas namun rakus BBM. Kendaraan yang irit bahkan hybrid mulai diminati. General Motors takluk oleh raksasa Jepang dikarenakan ia hanya membuat kendaraan yang berperforma tinggi tok, tanpa memikirkan konsumsi bahan bakarnya. Ya, jika anda kembali ke 10 tahun silam mungkin cara ini akan berhasil tapi tidak untuk sekarang.

Konsumen mulai cerdas, buat apa membeli kendaraan yang kencang namun boros bahan bakar ? Kecuali tentunya jika dibeli hanya untuk dipajang atau plesiran pada saat weekend. Untuk operasional harian, well it’s a big no no 😀

Well, sekarang ada nggak ya motor hemat BBM tetapi tetap bisa lari kencang, syukur-syukur bahkan tidak perlu memakai BBM tapi bisa lari kencang.

Hah…, mana bisaa? Bisa donk ah, motor listrik jawabannya, nih cekidot 😀

ups, salah gambar :D

ups, salah gambar 😀

Eh, ini sih buat keliling komplek, tapi yang ini :

Zero S, bisa lari 120 kph :D

Zero S, bisa lari 120 kph 😀

Brammo Empulse, liquid cooled bisa digeber 160kph

Brammo Empulse, liquid cooled bisa digeber 160 kph

mavizen, air cooled, bisa tembus 185 kph

mavizen, air cooled, bisa tembus 185 kph

Scooter juga ada lhoo

bisa tembus 100 kph, lumayan lah :D

bisa tembus 100 kph, lumayan lah 😀

Nah ini dia yang paling cantik, bertenaga 141 dk dengan radiator dan single arm 😀

Mission R, liquid cooled 141 dk, tembus 250 kph lebih :D

Mission R, liquid cooled 141 dk, tembus 250 kph lebih 😀

Menarik bukan, bro? Nanti setelah ini saya akan bahas satu per satu motor tanpa bensin diatas. Stay tuned 😀

Gue mengamati bahwa seiring makin dekatnya hari peluncuran CBR 250 R, justru makin banyak yang memperbincangkan kedua jagoan ini. Ada yang bersikeras Ninja lebih superior dan di lain pihak bersikeras CBR lebih canggih,dll.

makin hot!

makin hot!

Well, sebenarnya nggak perlu ngotot-ngototan. Memang benar Ninja 250 lebih superior segalanya dalam hal speed dan sebaliknya memang benar pula CBR lebih unggul segalanya dalam bidang teknologi. Nah kan, sama-sama bagus kan? Gitu aja kok repot, hehehe….

Masing-masing motor didesign memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan ndilalah karakteristik bikers juga maunya beda-beda. Pas kan? Ada yang suka motor pokoke kuenceng, ada yang suka motor yang ganteng, ada lagi yang suka motor sing pokoke muahall, ada yang gabungan beberapa diatas. Yah, monggo wong yang beli kan kita-kita juga :D.

Back to topic. Kalau menurut gue sah-sah aja melakukan komparasi tapi enggak mungkin ada motor yang perfect segalanya, pasti ada plus-minusnya. Be an open minded person laagh. Kesimpulan gue :

1. Bikers penyuka kecepatan, pilihlah Ninja 250 R. Tidak perlu manas-manasin rider CBR 250 R di jalan, motor anda 2 silinder, kalau menang ya wajar. Tapi soal teknologi, ngalah ya sama CBR, hehe.

2 silinder ninja sulit ditandingi CBR

2 silinder ninja sulit ditandingi CBR

2. Bikers penyuka teknologi dan eco-riding pilihlah CBR 250 R. Jangan manas-manasin rider Ninja 250 R kalau ketemu di jalan kecuali mau diasepin. Tapi soal teknologi, nikmatilah teknologi injeksi level 3 dan spidometer komputernya.

meski 1 silinder didukung teknologi canggih

meski 1 silinder didukung teknologi canggih

3. FBH pilihlah CBR 250 R

4. FBK pilihlah Ninja 250 R

5. FBY pilihlah Scorpio (lho…:D, hehehe)

6. Soal gengsi? Hmm, kayaknya 2-2nya motor mahal, jadi menurut gue gengsinya setara. Di Senayan City sama-sama boleh parkir bareng.

Bagaimana menurut anda, bro? Silahkan share 😀