Warung Perak pindah rumah

Posted: Juli 21, 2011 in Two wheels

Dengan ini saya memberitahukan bahwa Warung Perak pindah rumah ke blogspot dengan alamat barunya http://kilatperak.blogspot.com

Tidak ada alasan khusus mengapa pindah, hanya saja WP mengharuskan akun berbayar untuk pengembangan lebih lanjut sehingga saya memutuskan untuk pindah ke blogspot yang masih memberikan keleluasaan lebih dan ditambah dengan integrasi ke layanan Google yang berkembang pesat.

Semoga pelanggan warung dapat maklum. Untuk sementara warung perak edisi wordpress amasih akan beroperasi secara pararel namun artikel baru akan dirilis di rumah baru http://kilatperak.blogspot.com , dan untuk artikel baru semuanya akan dirilis disana. Cekidot :D

Selamat membaca. Kritik dan Saran sangat diharapkan, bro n jangan lupa tinggalkan komen yah :D

Yeah, mumpung masih pagi, bahas lagi si antiklimaks CBR 150 R yang dianggap over-price nih bro. Banyak bikers mapan yang ingin meminang CBR 150 R versi AHM bertanya-tanya apakah benar versi AHM adalah versi spek down. Kok powernya melorot sampai 17,5ps yang tadinya 19,5ps. Sabar bro, begini ceritanya “ngutip dulu” :

“Pertama adalah ditanggalkannya canister evaporator. Perangkat ini memiliki fungsi menangkap uap bensin dari tanki yang mungkin bocor ke udara luar. Berikutnya adalah terkait dengan bahan bakarnya. “Kualitas bahan bakar yang berbeda dengan Thailand membuat kita harus melakukan setting ulang injeksi bahan bakar,” ungkap Mitsuo Tamamura, Chief Engineer Honda R&D Southeast Asia Co., Ltd. “Yang penting pakai bahan bakar unleaded atau bebas timbal. Di Indonesia pakai oktan 88 (premium) masih bisa, tapi untuk performa yang lebih maksimal kami rekomendasikan tetap oktan 92 (pertamax),” tambah Sarwono Edhi, Technical Service Training Manager, PT Astra Honda Motor (AHM).
Perbedaan lainnya hanya perubahan kecil. Misalnya penambahan dudukan plat nomor di bagian depan. Pasalnya, di Thailand, sepeda motor tidak wajib pakai plat nomor depan. Terang sorot lampu depan juga berbeda.
“Di Thailand ada regulasi lampu. Di sana lampu yang dipakai hanya 35 watt. Kalau di Indonesia kurang terang, makanya yang di sini pakai 55 watt sampai 60 watt,” jelas Mitsuo Tamamura yang suka tampil nyentrik ini.”

Nah, kalau masbro jeli, sebelum ada konfirmasi resmi dari pihak AHM pun, dari artikel tersebut juga udah ketauan bakal kayak gimana jawabannya. Kita liat disini satu-satunya spek down adalah dibuangnya canister evaporator (hal yang sama terjadi pada CBR 250 R), sebetulnya hal ini sama sekali tidak mempengaruhi performa mesin, bahkan disinyalir bisa menambah nafas mesin walaupun tidak signifikan. Hal yang serupa ketika Secondary Air Supply System disumbat. Dan melihat yang lain, sepertinya malah merupakan minor upgrade.

bukan spek-down, hanya penyesuaian

Muosoookkkkk ??

Lha lantas bagaimana dengan daya mesin yang drop ke 17,5ps. Sabar dulu, bro. Tenaga drop tersebut dikarenakan setting ulang ECU yang remapping dengan memundurkan timing pengapian (retard) guna mengantisipasi seandainya si cibie nantinya diisikan premium, maka akan tetap aman. Efek baiknya, mesin cibie AHM akan lebih fleksibel terhadap fluktuasi kualitas BBM, dan diharapkan akan lebih awet. Lain halnya dengan versi Thailand dimana bahan bakar minimum harus beroktan minimal 92, jika diisikan oktan 88 pasti akan mengalami detonasi (ngelitik) yang bikin mesin bisa langsung pensiun dini. Lha memang, efek tidak enaknya, tenaga mesin CBR 150 R yang di-design hi-compression & hi-performance jadi melorot. Ya ibaratnya kayak ade-rai suruh bisa makan nasi doank tiap hari. 

Namun bagi yang nggak suka power melorot, gue yakin bisa dikembaliin lagi ke asal dengan merubah mapping pada ECU  dengan mengganti ECU dengan yang versi Thai atau dengan menggunakan piggyback semisal Power Commander sudah langsung maknyuss. Sebab gue yakin spek mesinnya masih sama persis versi Thailand, bedanya ya cuman tadi itu, bisa minum bensin kere dengan kompensasi power standar berkurang. Mau dibalikin semula? bisaaa…

BTW, CS1 juga mengalami hal yang sama, mesinnya menggunakan mesin Sonic a.k.a CBR 125 yang diturunkan kompresinya dari 11,5 ke 10,7 dan dimundurkan pengapiannya sehingga bisa make premium, walaupun tetap dianjurkan make Pertamax… Tapi ya itu power berkurang dari standar mesin CS1 yang seharusnya bisa 13,5-14ps @10.000rpm melorot ke 12,8ps @10.000rpm demi si bensin kere. Hmm, kalau pengennya tetep kuencengg tapi minum bensinnya bensin kere (premium) yah jawabannya cuman Ninja Series (R/L/M/KRR). Tapi mosok gak malu juga Ninja motor mewah ngisinya Premium? Yah, kembali pada diri masing-masing laagh. CS1 gue aja yang cuman kelas bulu bebek dikasih minum Shell Super. :P

Nah, bagaimana. Mudah-mudahan menjawab pertanyaan calon peminang CBR semua :D. Tapi klo saya masih alergi sama harganya, huakakakaka. *ngelus-elus si CS1

masih bisa nempelin FXR150 rondho & CBR 150 -nya AHM klo di jalan *menghibur diri :D

Jadi bagaimana tanggapannya, bro? :D

Well, masih hangat-hangatnya motor impian CBR 150 R yang dibanderol overprice. Sepertinya saya jadi mulai berpikir, jangan-jangan ini motor ini cuman decoy dari Honda saja untuk mengecoh kompetitor.

Setelah membaca blog-blog dari para sesepuh, CBR memang hanya diimpor sedikit, makanya harganya jadi mahal, lain dengan CBR 250 yang diimpor banyak sehingga harganya bisa murah. Apalagi dengan target yang cuma 2000/bulan, rasanya AHM memang tidak bermaksud untuk menjual serius produk ini, alias hanya sebagai pengecoh kompetitor saja. Namun demikian, semenjak berbenah, rasanya AHM tidak akan begitu saja menyerahkan potensi pasar yang ada pada kompetitor.

Lalu apa? Masih ada 3 spesies baru yang gelap nih bro.. Mari kita intip perkataan Yusuke Hori “Dua diantaranya benar2 model baru, dan Indonesia yang pertama kali meluncurkan, bentuknya benar2 sporty, dan saya terlibat langsung di dalamnya”.

Lihat kata kuncinya, “benar-benar sporty” Jelas, kemungkinan besar, salah satunya adalah motor sport. Ingat nasib Honda CS1 yang hidup segan, mati tak hendak. Jangan salah, mesin yang diusungnya adalah mesin balap 125cc yang berasal dari CBR 125 R. MEsin ini sudah ready dan diproduksi secara lokal. Honda bisa saja tinggal mengganti casingnya. Lalu, ingatkah anda tentang Tiger 225cc. Konfirmasi dari blog mas yudibatang terdengar bahwa si macan baru siap diluncurkan.

Jadi makin banyak kemungkinan 3 motor baru Honda itu, bisa Sonic, CBR 125, Tiger 225, New HSX 125, New Blade, hehehehe…. Tapi kok saya ragu ya CBR 125 bakal mengaspal disini, sepertinya wujudnya bakal lebih kearah Sonic..

Yah, kita tunggu aja tanggal mainnya, semoga dahaga konsumen akan motor sport terjangkau bisa dipuaskan AHM, soalnya Yamaha masih eman-eman ngeluncurin R-15.

Kata Yamaha, V-ixion aja seng ada lawan, buat apa ngeluncurin yang lain…. Tapi lama-lama saya bosan ngeliat V-ixion, bentuknya gitu-gitu aja, monoton, masih bagusan Byson… Tetapi diluar itu, V-ixion memang raja, teknologinya masih sulit ditandingi motor sekelas.

Bagi FBY, piss ah… :D

Motor sport yang dinanti-nanti ternyata harganya nggilani, 33jt bok. Harusnya AHM mbok ya mikir, daripada ngeluarin CBR 150 dengan harga segitu yang sudah pasti harus dibarengi dengan penyediaan infrastruktur pendukung, maka bisa menjadi mubazir.

Kok mubazir? Ya jelas toh, CBR 150 jelas gagal memenuhi ekspektasi harga yang selama ini berada di angka tertinggi 29 juta. Dengan kata lain, seperti menjadi antiklimaks / bikin ilfil, bahkan harganya mendekati CBR 250 std. CBR 150 dengan 33jt nya tidak akan mempunyai daya tarik kompetitif apapun, yang ada justru daya tolak.

AHM yang sudah menjadi produsen motor terbesar seharusnya mengetahui hal ini, dan bisa memilih sehingga seharusnya opsi lebih baik bisa diambil dengan men-CKD CBR 250 sehingga harganya bisa mendekati Ninja RR atau setara 35jt-an. Impactnya pasti lebih besar dan makin laris-manis, apalagi sensasi motor 250cc pastinya berbeda, dimana di negeri kita motor berkubikasi 250cc sudah dianggap bak moge.

cakep tapi kok jual mahal? Lupain aja, masih ada yg lain kok :D

Wah, payah juga nich AHM… Sayang banget padahal potensial market CBR 150 R sangat besar, kini dibiarkan hilang begitu saja. Jelas Yamaha pun bakal tersenyum-senyum melihatnya, pasti V-ixionnya makin laris-ris-ris…

Bagaimana pendapat bro-bro yang lain? :D

CBR 150 R dibanderol 33jt OTR

Posted: Juni 30, 2011 in Two wheels

Hasil peluncuran CBR 150 di Hotel Melia sudah terungkap. Ternyata banderol CBR 150 R diputuskan berada di angka 33jt (sumber : www.gilamotor.com), sesuai dengan salah satu ramalan dari Kang Taufik dari tmcblog. Well, tentu saja harga ini membuat sebagian besar calon peminang CBR 150 harus gigit jari karena mahalnya banderol yang ditawarkan walaupun sudah barang tentu masih lebih murah daripada banderol IU yang mencapai harga 42jt.

Adapun AHM memasang harga ini tentunya bukan tanpa alasan, selain untuk tetap menjaga kekompetitifan sang kakak CBR 250, tentu juga dengan produk premium PCX 125 yang harus terlihat lebih murah dibanding si CBR 150.

CBR 150 R 33jt, pantas atau overprice? menurut saya sih kemahalan !

Tetapi sayangnya menurut saya banderol ini masih terlihat overpriced dan lagi-lagi Yamaha V-ixion akan semakin menjadi raja karena disinyalir akan jadi pelarian calon peminang CBR 150 yang kecewa akibat banderol harga yang kelewat tinggi, termasuk saya.

Ya sudahlah syukuri yang ada saja, toh CS1 juga masih punya mesin yang ber-DNA CBR juga :P

Bagaimana menurut bro semua :D

Hey, wake-up Suzuki !!!

Posted: Juni 23, 2011 in Two wheels

bikin jadi motor semprot, mesinnya samain plek aja, simple kan, pasti laris

Gregetan sama ulah si Suzuki yang akhir-akhir ini terkesan nggak niat jualan, jelas-jelas mereka tahu bahwa Satria FU satu-satunya ujung tombak penyelamat Suzuki.

Ya, udah rahasia umum lah kalo penggemar Suzuki ingin Suzuki yang dulu, dimana performance bike bisa didapatkan dengan harga yang reasonable contohnya ya siapa lagi kalau bukan FXR 150, RK Cool, dan FU 125 pada waktu itu.

Sekarang, agaknya semua sudah terlambat bagi Suzuki, CBR 150 R sudah akan brojol dengan harga yang kompetitif. Lalu apa masih ada yang bisa dilakukan Suzuki ? Ya wake-up donk, nggak usah pake acara pembuktian 100 jam segala, kita udah pada tahu kualitas motor jepang pada umumnya kok. Segera rilis GW 250 sebagai turning point, dan nggak pake lama. All new Tiger sebentar lagi keluar, jangan sampai kehilangan momen lagi. Yap, tak lain dan tak bukan GW 250 ini hanyalah sarana supaya mata konsumen melirik dulu ke Suzuki. Setelah itu, baru blar. Gempur dengan produk2 performance bike, FXR reborn, Satria FU, dll. Percayalah, masih banyak diluar sana yang menantikan produk-produk performance bike dari Suzuki yang terkenal kencang itu, dengan catatan semua harga harus lebih murah dari performance bike-nya Honda yang lebih top dari sisi brand image.

Bisa nggak, Suzuki? Harus bisa donk, India aja bisa, kalau nggak yah ke lauutt ajeee luu…..

ABS motor, kenali manfaatnya

Posted: Juni 22, 2011 in Two wheels

Sekarang produsen sepeda motor makin gencar menggunakan anti-lock brake system(ABS) pada produknya. Tidak hanya pada motor gede (moge), juga ukuran menengah atau di atas 250cc. 

Bisa jadi, salah satu faktor yang mendorong adalah data yang dipublikasikan  Insurance Institute for Highway Safety (IIHS), Amerika Serikat.  Dinyatakan, pengendara sepeda motor bermesin di atas 250 cc dan dilengkapi dengan ABS, tingkat kecelakaan fatalnya lebih rendah 28 persen dibandingkan dengan yang tidak menggunakannya.  

Studi lain yang diterbitkan oleh Swedish Road Administration pada 2009, menyimpulkan 40 persen kecelakaan serius atau fatal terjadi karena pengendara tidak mau menggunakan sepeda motor tanpa ABS.

Lebih Rumit Sistem rem pada sepeda motor berbeda dengan mobil. Malah cara mengoperasikan dinilai lebih rumit. Pasalnya, kalau pada mobil cukup menggunakan satu pedal untuk mengoperasikan keempat rem (malah truk dan bus lebih banyak lagi), untuk sepeda motor – mayoritas – roda depan dan belakang, dioperasikan secara terpisah.

Untuk depan, umumnya menggunakan tuas yang berada di setang. Sedangkan di belakang, dioperasikan melalui pedal oleh kaki pengendara (kecuali skutik).  Akibatnya, saat mengerem tenaga yang sampai ke rem depan dan belakang tidak bersamaan. Di lain hal, rem depan membutuhkan tenaga lebih kuat karena harus menanggung  beban besar.

Dengan kondisi seperti itu pula, sistem ABS pada motor tidak sama dengan mobil. Harus mempertimbangkan berbagai aspek. Misalnya kenyamanan bagi pengendara. Bahkan, problem yang cukup memusingkan para insinyur   adalah memasang ABS pada sepeda motor supersport. Pasalnya, sepeda motor jenis ini, lebih pendek, titik gravitasi tinggi. Semua itu akan mempengaruhi pemasangan, kehandalan, stabilitas dan kenyamanan pengendara

ABS Kombinasi Sebelum menerapkan teknologi ABS terbaru pada sepeda motor, para insinyur mempelajari karakteristik pengendara. Ternyata, berdasarkan survei, banyak pengendara tidak bisa melakukan pengereman secara bersamaan. Padahal untuk memperoleh pengereman lebih aman dan jarak yang pendek, diperlukan keseimbangan dan  bekerja pada waktu bersamaan.

Jika pengendara melakukan  pengereman mendadak di depan – rem mengunci pula – dipastikan sepeda motor dan pengendaranya jatuh. Maklum, roda belakang masih terus berputar karena ditarik oleh mesin. Hanya pengendara yang berpengalaman atau piawai memacu sepeda motor yang bisa melakukan pengereman secara seimbang, sehingga mereka tetap lebih aman. Atau pun ketika mereka melakukan atraksi.  

Nah, faktor tersebutlah yang menyebabkan produsen melengkapi sepedamotornya dengan ABS model terbaru. Dasarnya sama saja dengan ABS konvensional, tetap menggunakan sirkuit rem yang diatur oleh komputer. Namun pengoperasian rem, selain digabungkan antara depan belakang, juga seakan-akan sirkuitnya juga bisa bekerja secara terpisah. Semua berkat sistem ABS kombinasi yang makin canggih.

ABS adalah pengoperasian rem dilakukan dengan mengonocoknya. Namun pengocokkan dilakukan secara otomatis  oleh komputer. Terutama ketika motor melaju kencang dan rem ditekan mendadak (panic stop).

Pemakaian ABS pada sepedamotor  sebenarnya juga bukan baru. Sebelum abad ke-21  (sekitar awal 1990-an) Honda sudah merintisnya. Terutama untuk sepeda motor besar. Malah BMW sudah menggunakan pada 1988 dan Honda pada 1992.

ECC-ABS Perkembangan menarik   dari  teknologi pengamanan ini  adalah ABS kombinasi. Honda menyebutnya Electronically Controlled Combined-ABS.(ECC-ABS). Sistemnya sama dengan “Brake by Wire”. Jadi saat pengendara mengoperasikan peda atgau tuas rem, bukan hidraulik rem yang langusng bekerja, tetapi perintah dalam dalam bentuk sinyal listrik.

Selanjutnya, sinyal tersebut diteruskan ke unit tenaga (power unit) yang mendistribusikan tenaga pengereman ke roda depan dan belakang.  Pada mobil sama dengan Electronically Brakeforce Distribution (EBD).

Komputer menghitungkan distribusi tenaga untuk rem depan dan belakang berdasarkan gerakan yang diberikan pengendara. Dengan cara ini, pengontrolan terhadap ABS jadi lebih mantap, nyaman bagi pengendara dan tidak menimbulkan getaran dari roda maupun dari tuas dan pedal rem.   

Lebih Praktis Pemasangan rangkaian komponen ECC-ABS dinilai Honda juga lebih praktis dibandingkan sistem konvesional. Pasalnya, jumlah komponen lebih sedikit. Komponen rem  yang dipasang pada suspensi atau garpu depan hanya sensor. Sisa dari sistem dipasang di bagian tengah bodi sepeda motor dengan rapi.  

ECC-ABS memungkinkan pengendara melakukan pengereman presisi di roda belakang melalui pedal. Saat rem belakang dioperasikan dengan tenaga penuh, hanya ABS roda belakang yang bekerja. Sedangkan depan tidak. Seakan-akan terpisah. Kendati demikian, pada kondisi tertentu, tenaga pengereman distribusi sesuai laju sepeda motor untuk rem depan dan belang. Menjadikan, sepeda motor dan pengendara lebih aman!

Kalau di luar negeri, bikers akan cenderung memilih motor yang memiliki fitur ABS, namun sepertinya fitur ABS masih kurang populer di Indonesia. Uniknya ada bikers yang heboh perihal standar helm dan pakai helm mahal, tapi lalu bilang bahwa fitur ABS itu nggak penting. Hmm, padahal ini kan fitur keselamatan aktif, bro. Yah, setiap orang bebas berpendapat lah ya. Mungkin saja memang yang bersangkutan sangat “dewa” dalam mengendarai motor sehingga tidak akan pernah jatuh.

Silahkan berkomentar, bro :D

*) artikel disadur dari Kompas.com

Iseng-iseng mengunjungi PRJ hari Sabtu tanggal 11 Juni 2011 yang lalu, tentunya yang jadi sasaran pertama adalah open space.

Well, disanalah ATPM roda 2 berpromosi. Tentunya selain raksasa Jepang, ada beberapa ATPM non-Jepang yang sudah cukup mapan seperti Jetwin, Bajaj, Piaggio, Minerva, dan tentunya TVS. 

Well, yang pertama gwe kunjungi adalah booth Jetwin yang memajang jagoannya Regal Raptor berbagai model mulai dari naked sampai cruiser dengan mesin 2 silinder 250cc Liquid Cooled. Menariknya ada salah satu motor yang bisa dihidupkan. Dan suara knalpotnya, YA OWOH MERDU ABISS BRO, ALUS tapi GAHAR bener-bener kayak moge. WUNGG..WUNGG..betah bgt dengernya!! Seriusan ini Ninja 250 yang sama-sama 2 silinder aja kalah, apalagi yang satu silinder macem Minerva Megelli atau CBR 250, jauuhhhh. Tapi soal kualitasnya mungkin masih belum teruji.

regal raptor 2 cyl radiator, suaranya ngalahin ninja 250 *gbr dari kaskus

Setelah itu gwe ke booth Bajaj, hmm sedap juga Pulsar 220-nya, lalu habis itu ke booth Minerva, enggak ada yang baru plus stang Megelli 250 masih saja mentok ke windshield ketika belok :(, ke booth kawasaki cuman ngeliat motor unyil, trus ke stand Yamaha wow ada dua M1 layaknya singa penjaga di depan booth, abis itu booth Honda yang rame amir tapi sebenernya bikin kecewa karena si cantik CBR 150 R belum juga hadir. Heran juga, karena rata-rata setiap event PRJ booth Honda selalu ramai, padahal enggak ada produk gress (CBR 150 R) yang dijanjikan. RC212V yang dipajang pun sepertinya bukan spek asli melainkan Kw(tidak dilengkapi nomor start), tidak seperti M1 yang sangat beraura.

Setelah itu gwe mampir ke booth Piaggio. Tidak seperti kebanyakan orang gwe sebenernya lebih tertarik produk Kymco/Benson dibanding Piaggio. Kalau orang lain bilang Piaggio itu berkelas, well kalau itu gwe akuin memang iya. Tapi pernah gwe coba, kalau soal kenyamamanan berkendara dan fitur-fitur, menurut gwe masih jauh dibawah Kymco. Kenyamanan motor Kymco belum tergantikan. Modelnya juga lebih oke Kymco walaupun merknya antara langit dan bumi. Jadi kesimpulannya, di stand Piaggio gwe cuman lewat aja di depannya :P.

*kymco downtown* design kymco lebih menarik ketimbang piaggio (opini pribadi :D)

Lalu setelah itu, sampailah gwe ke booth TVS. Hehe, jujur nich menurut gwe SPG-nya TVS ini yang paling menarik perhatian (wah,malah ngelantur gilak). Okelah kalo begitu, dari sisi motor udah bisa ditebak. Si Tormax jadi bintangnya. Bahkan saat gue meminta penjelasan fitur-fiturnya, tiba-tiba ada orang TVS-nya (orang India) yang nyamperin gwe dan jelasin fitur Tormax langsung pake bahasa Inggris. Buset ni orang pede abis yakin kalo gwe ngerti bahasa Inggris, untungnya gwe ngerti, sedikit bercakap-cakap dalam bahasa Inggris sambil ngelatih conversation, gwe ngasih masukan tentang konsol depan untuk naruh HP sama modelnya yang kalau bisa jangan terlalu mencontoh pabrikan Jepang. Sayang kan fiturnya original dan oke punya lantas dicap kw hanya karena casing luar yang mirip dengan bebek super sejuta umat. Dia sih ngangguk2 aja, gwe bilang overall it’s a good bike.

Tormax si ksatria India

Wow, ternyata fitur-fitur di TVS Tormax ini banyak banget lho, nggak cuman yang udah bosen kita denger seperti mesin dan knalpot. Yang kecil-kecil juga cukup menarik seperti ring kunci starter yang full fosfor sehingga seakan menyala, aplikasi DRL – fitur AHO pintar, kenapa pintar? Yap, Tormax bukan sekadar AHO bro, saklar pengendali lampu tetap ada, sehingga pada saat off lampu tetap menyala dengan intensitas yang dikurangi namun menonaktifkan lampu belakang dan lampu spidometer sehingga akan menghemat arus listrik. Ada pula jack 12v yang bisa digunakan untuk mengecas hape, dan juga salah satu bebek super yang ada bagasinya selain Honda CS1, bro. Ya, lumayanlah, paling tidak ada bagasinya, bebek super kan identik dengan motor racing yang tidak dilengkapi bagasi.

Tormax ver. modifikasi tampil ciamik

Lalu ada juga Tormax yang dimodifikasi dengan permainan warna, menarik juga. Sayangnya versi modifikasi ini display only alias tidak dijual. Selain dengan memajang SPG yang oke punya, dan produk yang berkualitas, nggak mau kalah dengan ATPM besar Jepang, TVS pun berencana mengadakan hiburan musik yang dibawakan langsung oleh salah satu brand ambassador TVS Rockz 125 yakni Baim serta meet & greet dengan brand ambassador TVS, bagi yang pengen tau jadwalnya dan mau ketemu Baim, BePe, atau Yongki, pantengin jadwalnya nih :

bagi fans baim, BePE, atau Yongky wajib datang nich...

Performance musisi Baim sebagai Brand Ambassador TVS RockZ 125 cc :

Hari Minggu       

1) 19 Juni 2011

2) 3 Juli 2011

Jam  19.00 WIB

Meet & Greet bersama Yongki Aribowo, Brand Ambassador TVS Apache RTR 160 cc :

Hari Minggu, 26 Juni 2011

Jam 19.00 WIB

Meet & Greet bersama Bambang Pamungkas, Brand Ambassador TVS Apache RTR 160 cc :

Hari Minggu, 2 Juli 2011

Jam 19.00 WIB

Yang belum tinggal brand ambassadornya Tormax sendiri, gwe usulkan sih pembalap nasional saja secara Tormax kan kental bangat nuansa racingnya. Produk sudah oke, promo sudah baik, pencitraan pun kreatif, nah tinggal bagaimana TVS menambah dealer sehingga akses masyarakat terhadap produk TVS dan suku cadangnya lebih mudah. Untuk sekarang dealer TVS di Jakarta saja masih sangat sedikit, sulit rasanya mendapatkan spare part yang diperlukan.  

Mari berkomentar, bro :D

Suzuki confirm salah ketik, Fu tetap jadi raja bebek, case closed :)

Well, udah pada tahu facelist terbaru dari bebek Supersport Suzuki terlaris kan? Yup, Suzuki membuat motor ini menjadi berkesan motor buat cewek dengan striping gadis “berambut panjang” dan warna-warna yang lembut. Ternyata, eh ternyata, tenaganya ikut-ikutan jadi feminim alias berkurang +- 4dk.

stripingnya dan warna lembutnya pas buat kaum hawa. Pernah liat cewek naik FU? posisi berkendaranya bikin cewek kelihatan lebih seksi lho :P

Well, awalnya sih gwe nggak percaya dengan spek yang tertera pada website dan brosur yang 11,7 ps. Mosookk lebih kecil dari CS1 a.k.a si kilatperak yang bisa +-13ps padahal mesinnya cuman 125cc, 2 valve pula, dan kalah juga dari TVS Tormax yang bisa +-13,2ps 150cc sampai saya melihat tulisan dari blognya Mas Iwan Banaran yang kurang lebih seperti ini :

“Menurut Igun….Satria tanpa electric starter menjadi penjadi pemenang. Motor yang disinyalir masih BU Thailand unggul 2 ban terhadap Satria yang kedua. Dan yang paling parah adalah FU anyar….paling buncit dengan jarak hampir 5 body. ” Satria FU baru nggak ada larinya bro!” ujar siIgun bersemangat. Yah…nggak kaget juga sih sebenarnya. Secara power aja sudah defisisit hampir 4ps. Sayang ketika IWB nyeletuk seharusnya difoto, Igun langsung nimpali…mana mungkin pikiran motret. Nonton mah nonton aja…ujarnya.”

Hmm, sepertinya ISI sengaja melakukan repositioning motor ini ke para cewek ala tomboi yang ingin terlihat sporty bin garang yang doyan motor sport.

Yah, biar tomboi kan tetep aja cewek yang katanya sih … katanya (makhluk lembut gitu :P), dan dengan pertimbangan postor cewek Indo yang rata-rata mungil dan pendek, maka tentunya tenaga harus dikurangi biar tetap safety. Dengan demikian postur FU yang mungil dan pendek  juga paling enteng di kelasnya paling pas buat cewek ketimbang CS1 yang lebih bongsor dan lebih berat. Strategi yang berbeda dilakukan Yamaha dengan MX-nya dengan kopling otomatis buat cewek dan manual buat para pria.

Trus gimans donk dengan para pria pecinta Suzuki, hmm mungkin bisa melirik Thunder terbaru :D. Atau kalau tidak puas, mungkin ISI sedang diam-diam menyiapkan sport yang lebih macho untuk kaum batangannya. Well, i guess Suzuki is not sleeping… FXR reborn? Maybe :D *ngarep*

Tapi kalau nggak keluar2 juga yah yasallam, R-15 juga entah kapan, yah jadinya pilihan sport 150cc gahar rasional yah cuman satu -> CBR 150R AHM. (ngumpulin duit mode : on)

Dengan demikian bebek perkasa bertenaga paling besar kini direbut oleh TVS Tormax disusul oleh CS1 *selamat yah

Silahkan berpendapat, bro :D